Industri ban nasional menghadapi dua sisi mata uang yang kontras. Di satu sisi, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal melanda sejumlah pabrikan ban. Namun, di sisi lain, minat investor asing tak surut, bahkan manufaktur ban asal China, Sailun Group, baru saja meresmikan fasilitas produksi baru di Indonesia. Selengkapnya di https://mureks.co.id/di-tengah-badai-phk-industri-ban-nasional-investor-china-tanam-rp425-triliun-di-demak